
Antropologi Lesehan: Ilmu Keranjang Sampah yang Bikin Betah
“Tanpa antropologi,” katanya, “pembangunan cuma menara beton di atas lumpur.”

“Tanpa antropologi,” katanya, “pembangunan cuma menara beton di atas lumpur.”

Kebudayaan tidak boleh hanya menjadi jargon pembangunan, tetapi harus menjadi napas yang menghidupi kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat NTB

Di tengah kehidupan kota yang tampak santai, ada banyak orang yang sedang diam-diam berjuang melawan kesunyian batinnya. Kota ini sedang belajar menjadi manusiawi. Dan barangkali, Kampus Indie hanyalah salah satu pintu kecil yang membuka arah ke sana.

Di era digital, semua orang bisa jadi content creator. Tapi tidak semua orang punya kesabaran untuk merekam hutan, atau kepekaan untuk menangkap makna dari ritual adat. Jatiswara Mahardika adalah pengecualian.

Bahwa gubernur saat ini memiliki pandangan budaya yang sejalan dengan saya—bahwa seni, tradisi, dan nilai-nilai lokal adalah kunci membangun peradaban—cukup untuk menumbuhkan harapan baru di dada saya.

Di tengah modernisasi yang kerap mengikis identitas, mereka memilih menulis. Dan bagi saya, itu adalah bentuk perlawanan yang paling indah.

Sebagai ruang hidup Bale Mengina berkontribusi pada tumbuhnya nilai spiritual, integrasi sosial masyarakat, hingga keterhubungan manusia dengan alam.

Molang Maliq Mualan Benyer adalah bukti bahwa perubahan besar bisa berawal dari hal kecil: dari keberanian untuk membersihkan mata air.

Penelitian tentang Kebangru’an adalah perjalanan spiritual dan intelektual sekaligus. Ia mengajarkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan sebuah cara masyarakat menjaga keseimbangan kosmos: manusia, alam, dan leluhur.

Buku ini menyajikan hasil pemetaan profil unsur budaya dan kearifan lokal di Desa Timbanuh, Kecamatan Pringgasela.