
Dari Bincang Buku ke Komitmen Bersama: Jalan Awal Menuju Molang Maliq 2026
Buku Molang Maliq Mualan Benyer telah pulang ke rumahnya sendiri. Dan dari rumah itulah, jalan menuju Molang Maliq 2026 mulai dibuka.
Kadang yang bikin kita pulang bukan tempatnya, tapi ceritanya.
minggu ini, Lago Talk ngajak kamu duduk lebih dekat—ke sebuah buku, ke sebuah desa, dan mungkin, ke diri sendiri.
📖 Molang Maliq Mualan Benyer
sebuah buku karya Yuga Anggana yang lahir dari kegelisahan, ingatan, dan usaha menjaga yang hampir hilang.
obrolan ini bakal ditemenin sama Esthi Susanti Hudiono — pegiat literasi dari Jawa Timur, yang datang jauh-jauh bukan cuma buat baca, tapi buat ngerespon, ngerasain, dan ngebuka perspektif baru dari buku ini.
dan supaya obrolannya tetap hangat dan ngalir, Pamela Paganini bakal jadi pengarah obrolan kita malam itu.
ini bukan diskusi yang harus kamu pahami semuanya.
ini jadi ruang, untuk duduk, dengar, dan siapa tau—pulang dengan sesuatu.
🗓 Minggu, 1 Maret 2026
⏰ 20.00 WITA
📍 Artcoffeelago, Mataram
datang.
ga harus sok pinter.
cukup bawa penasaran.
.
#LagoTalk
#MolangMaliq
#DiskusiSantai
#Artcoffeelago
#AnakMudaBaca
#MataramEvents

Buku Molang Maliq Mualan Benyer telah pulang ke rumahnya sendiri. Dan dari rumah itulah, jalan menuju Molang Maliq 2026 mulai dibuka.

Ada benda-benda yang tidak diwariskan untuk dipakai, melainkan untuk memastikan seseorang tidak benar-benar hilang.

(Catatan seusai membaca buku Musik Protes: Kilas Sejarah dan Studi Pendengar – Soni Triantoro) Saya tidak membaca buku Musik Protes dalam sekali duduk. Buku itu

Setelah satu gending selesai dimainkan, barulah gula rambut nenek diborong. Bahkan terdapat etika tak tertulis: gula tidak dijual sebelum musik selesai.

Bunyi Gula Gending bagi masyarakat Lombok pasti memanggil sesuatu—masa kecil, kampung halaman, atau wajah-wajah yang kini tinggal kenangan.

Pemajuan kebudayaan tidak harus elitis. Ia bisa tumbuh dari desa, dari obrolan warung, dari kerja gotong royong, dari musik, dari dapur, dari ritual yang dijalani dengan penuh kesadaran.

Dari gerakan kecil itulah—gigs perumahan, panggung improvisasi, kolaborasi spontan—kurator Soundrenaline mulai memperhatikan

Membayangkan apa yang berkecamuk di kepala para peserta—anak-anak muda yang bisa meng-googling peraturan daerah kapan saja. Apa mereka tidak merasa sedang dibodohi?