“Bale Mengina”, Hidupkan Imaji Rumah Tradisi

Sebagai ruang hidup Bale Mengina berkontribusi pada tumbuhnya nilai spiritual, integrasi sosial masyarakat, hingga keterhubungan manusia dengan alam.

Sebagai ruang hidup Bale Mengina berkontribusi pada tumbuhnya nilai spiritual, integrasi sosial masyarakat, hingga keterhubungan manusia dengan alam.

Molang Maliq Mualan Benyer adalah bukti bahwa perubahan besar bisa berawal dari hal kecil: dari keberanian untuk membersihkan mata air.

Penelitian tentang Kebangru’an adalah perjalanan spiritual dan intelektual sekaligus. Ia mengajarkan bahwa tradisi bukan sekadar warisan, melainkan sebuah cara masyarakat menjaga keseimbangan kosmos: manusia, alam, dan leluhur.

Saya menulis ini sebagai pengingat. Bahwa dalam perjalanan musikal saya, ada nama Diki yang menjadi penuntun arah. Ia adalah kakak. Ia adalah penggerak. Ia adalah pembina yang tak pernah menggurui, hanya menemani dengan ketulusan.

Gigs ini menjadi penanda penting bahwa ekosistem musik lokal—terutama yang memberi ruang pada musisi perempuan dan kolektif komunitas—masih tumbuh dan bergeliat di Mataram.

Jika suatu saat kalian menyaksikan penampilan dari Sound of Magic Island, mungkin kalian akan semakin percaya bahwa para Trads memang memiliki kecintaan pada Jamaican Rude Boy alias Ska, Reggae, dan Rocksteady.

Dalam semangat rock 70-an yang mereka bawa, ada pesan kuat tentang keberanian menjadi berbeda, tetap setia pada akar, dan menghadirkan sesuatu yang bermakna.

Tanda Tanya adalah sebuah potret yang menggugah tentang kondisi manusia—sebuah eksplorasi akan rasa kesepian, ketakutan, dan keraguan yang kerap menyertai perjalanan mencari jati diri.

Proyek yang lahir dari proses mendalam selalu terasa lebih berkesan. Tekanan untuk terus produktif kerap membuat kita lupa akan nilai dari perjalanan itu sendiri.

Sebagai langkah awal, “Nina” memberikan janji tentang arah yang menjanjikan dalam karier Ranger Hijaw.