
Gelas Kosong Dan Rajah: Menyelami Makna Magis Dalam Seni Bli Made Budhiana
Rajah, bagi Bli Made, adalah cara untuk berkomunikasi dengan yang tak terlihat.

Rajah, bagi Bli Made, adalah cara untuk berkomunikasi dengan yang tak terlihat.

Diskusi di media sosial ini, yang dimulai dari satu kalimat otokritik sederhana, sejatinya telah membuka percakapan penting tentang masa depan seni tari NTB

Festival Seni Pelajar NTB 2025 sesungguhnya lebih dari sekadar ajang hiburan. Ia adalah investasi kultural jangka panjang yang berorientasi pada pembentukan generasi kreatif, berkarakter, dan mencintai kebudayaan daerahnya.

Peristiwa ini telah berhasil memecah kebekuan komunikasi, kebekuan iklim berkarya, dan kebekuan proses kreatif.

Tugas kami bukan meniru viralitas orang lain, tapi mencari cara penyebaran yang sesuai dengan diri kami sendiri.

Sementara seni yang rendah hati, yang mau mendengar dan berdialog, justru menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang. Dalam arti itu, Dende Tamari menjadi representasi dari kebudayaan yang inklusif—kebudayaan yang menyapa, bukan menggurui.

Padahal, kalau mereka ingin band-nya punya visi yang jelas, obrolan macam begini justru penting: soal manajemen, jejaring, dan profesionalitas.

Bagaimana mungkin kita tinggal di satu provinsi yang sama, tapi lagu satu sama lain saja tak kita kenal? Padahal, dari sanalah harmoni seharusnya berawal.

Dalam satu jam pementasan, Hikayat Gajah Duduk berhasil menyalakan kembali percikan dialog antara rakyat dan penguasa, antara individu dan sistem, antara yang diam dan yang berani bersuara.

Saya membayangkan sebuah negeri di mana setiap penanaman pohon diiringi lagu. Lagu yang mengandung harapan dan doa — agar pohon tumbuh, air kembali jernih, dan bumi bergetar dalam nada yang selaras.