
Tawa Setelah Salah Makan
Setelah Dira marah dan saya minta maaf, tawa saya justru makin meledak. Sepanjang perjalanan pulang, saya tertawa di atas motor.
Sendirian, malam-malam, di jalan sepi.

Setelah Dira marah dan saya minta maaf, tawa saya justru makin meledak. Sepanjang perjalanan pulang, saya tertawa di atas motor.
Sendirian, malam-malam, di jalan sepi.

Melalui program Road to Lingkar Seni Wallacea 2025, para seniman, peneliti, dan pegiat komunitas dari berbagai daerah di Indonesia Timur berkumpul dalam ruang diskusi daring untuk menelusuri hubungan antara ekologi, spiritualitas, dan produksi pengetahuan lokal.

...dan saya tersenyum kecil. Mungkin memang benar, pendidikan yang baik selalu lahir dari hati yang penuh kasih.

Gelaran perdana program Lingkar Riset Rinjani akan membuka ruang belajar santai tentang bagaimana meneliti budaya dari sudut pandang antropologi. Bersama Ahmad Fauzan, dosen antropologi dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, kita akan berbincang tentang bagaimana kebudayaan bisa dibaca, dipahami, dan diteliti bukan hanya sebagai objek, tapi sebagai kehidupan yang terus bergerak.

Di tengah kehidupan kota yang tampak santai, ada banyak orang yang sedang diam-diam berjuang melawan kesunyian batinnya. Kota ini sedang belajar menjadi manusiawi. Dan barangkali, Kampus Indie hanyalah salah satu pintu kecil yang membuka arah ke sana.

Di era digital, semua orang bisa jadi content creator. Tapi tidak semua orang punya kesabaran untuk merekam hutan, atau kepekaan untuk menangkap makna dari ritual adat. Jatiswara Mahardika adalah pengecualian.

Saya menulis ini sebagai pengingat. Bahwa dalam perjalanan musikal saya, ada nama Diki yang menjadi penuntun arah. Ia adalah kakak. Ia adalah penggerak. Ia adalah pembina yang tak pernah menggurui, hanya menemani dengan ketulusan.